Jateng.Newsz.id,Menu MBG di Kota Pekalongan saat ini diduga semakin tidak karuan, pasalnya Kak Ari Sahabat Anak dan Remaja Indonesia yang berdomisili Di Kota Pekalongan sering mendapatkan pengaduan dari masyarakat saat di tempat kerjanya.
Belum lama ini, Kak Ari Sahabat Anak dan Remaja Indonesia mendapatkan keluhan dari masyarakat yang mengeluhkan tentang menu MBG di beberapa sekolah SD Negeri dan Sekolah Luar Biasa yang semakin kacau.
Salah satu yang dikeluhkan oleh salah satu orang tua siswa SLB Bendan Kec. Pekalongan Barat Kota Pekalongan Jawa Tengah mengeluhkan bahwa menu MBG di SLB tersebut basi dan tidak layak di konsumsi, Para orang tua siswa SDLB menginginkan MBG lebih baik diganti dalam bentuk uang saja dan juga di gunakan untuk pendidikan gratis.
Kak Ari Sahabat Anak dan Remaja Indonesia langsung segera turun tangan untuk melakukan investigasi terkait menu MBG di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bendan Kec. Pekalongan Barat Kota Pekalongan Jawa Tengah, terkait menu MBG yang menurut pengaduan dari salah satu orang tua siswa, bahwa Menu MBG Di tempat anaknya bersekolah basi dan tidak layak di konsumsi.
Kak Ari Sahabat Anak dan Remaja Indonesia dan Rekan media analisasibernews.com menemui kepala sekolah SDLB Bendan Kec. Pekalongan Barat Kota Pekalongan Jawa Tengah untuk melakukan konfirmasi terkait menu MBG yang diduga basi tersebut.
Bapak Drajat sebagai Kepala Sekolah SDLB Bendan Kec. Pekalongan Barat Kota Pekalongan Jawa Tengah saat di konfirmasi mengatakan bahwa saat ada menu MBG yang diduga basi tersebut langsung melaporkan ke pihak sppg dan pihak sppg langsung merespon dengan cepat dengan mengganti menu MBG yang diduga basi tersebut
Bapak Drajat selaku Kepala Sekolah SDLB Bendan Kec. Pekalongan Barat Kota Pekalongan Jawa Tengah juga mengatakan kepada Korwil Pekalongan Media jateng.newsz.id bahwa diduga mendapatkan tekanan dari oknum TNI dan Oknum Polisi yang ikut hadir saat kasus menu MBG basi tersebut.
Kak Ari Sahabat Anak dan Remaja Indonesia akan segera bekerjasama dengan Polisi Militer dan Propam Polres, untuk bisa melaporkan para oknum TNI dan para oknum polisi nakal.
Wartawan : Ariyanto