NYARIS KABUR! Buron Kejati Kalbar Ditangkap di Demak Setelah Tiga Kali Mencoba Lolos
Seorang tersangka kasus korupsi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat (Kalbar) akhirnya ditangkap setelah hampir setahun menjadi buron. Tersangka yang berinisial S, seorang kontraktor asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah, berhasil diamankan pada Kamis (5/12) malam. Penangkapan ini terjadi setelah tiga kali upaya penangkapan gagal dan pihak kejaksaan melakukan penyelidikan intensif.
Kasus yang menjerat S bermula dari dugaan korupsi pembangunan ruko milik Perum Perumnas di Pontianak. Sejak awal penyelidikan, S tidak pernah memenuhi pemanggilan pemeriksaan yang telah dilayangkan sebanyak tiga kali. Akibatnya, pihak Kejaksaan mengambil langkah tegas dengan memasukkan S ke dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak Maret 2023.
Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Freddy Sumanjuntak mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan di rumah tersangka, Karangtengah, Kabupaten Demak. Meski begitu, S sempat melakukan perlawanan saat petugas datang menjemputnya. Namun, akhirnya ia berhasil dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Semarang untuk diproses lebih lanjut.
Setelah proses administrasi selesai, S selanjutnya akan diserahkan kepada penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat untuk menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku. Penangkapan ini menjadi bukti komitmen pihak kejaksaan dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi yang telah lama tertunda.
Kasus ini juga menunjukkan adanya indikasi kolusi antara pelaku dan pihak-pihak tertentu yang terlibat dalam proyek pembangunan tersebut. Meskipun belum ada pengakuan resmi, dugaan keterlibatan pihak luar dalam pengaturan jabatan atau akses dana tidak bisa diabaikan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kasus korupsi yang terjadi tidak hanya melibatkan satu individu, tetapi juga sistematis.

Reaksi masyarakat terhadap penangkapan ini cukup positif. Banyak warga mengapresiasi langkah cepat pihak kejaksaan dalam menindaklanjuti kasus yang telah lama menjadi sorotan. Di media sosial, beberapa netizen menyampaikan dukungan terhadap proses hukum yang transparan dan tegas. Beberapa hashtag seperti #TangkapBuronan dan #HukumSegera mulai viral, meskipun tidak sampai mencapai level yang sangat tinggi.

Pernyataan resmi dari Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menyebutkan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan korupsi secara menyeluruh. Pihak kejaksaan juga menegaskan bahwa semua kasus korupsi akan ditangani dengan profesional dan tanpa intervensi eksternal. Dalam pernyataannya, mereka menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi yang dapat membantu proses penyidikan.
Dampak dari penangkapan ini tentu saja sangat besar. Selain memberikan kepercayaan kembali kepada lembaga penegak hukum, penangkapan ini juga menjadi contoh bahwa siapa pun yang terlibat dalam korupsi tidak akan luput dari hukuman. Dengan demikian, kasus ini menjadi pengingat bagi pejabat dan pelaku bisnis lainnya bahwa tindakan ilegal akan selalu mendapat konsekuensi.
Penutupnya, status terbaru dari kasus ini adalah bahwa tersangka S telah ditahan dan sedang menjalani proses hukum di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat. Publik kini menantikan hasil pemeriksaan lebih lanjut dan apakah kasus ini akan berujung pada persidangan. Selain itu, banyak pihak juga menantikan langkah-langkah lebih lanjut dari lembaga anti-korupsi dalam menindak kasus serupa di masa depan.